Lia’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Chicken Katsu :) April 19, 2008

Filed under: Resep Anak Kos — loenapeace @ 7:01 am

Ayam Rebus ( mirip kaya resep sebelumnya )

1/2 kg dada ayam fillet

2 sdm kecap asin

3-5 siung bawang putih –> haluskan

1 sdt merica

1 sdt garam

200 mL air ( sekitar 1/2 gelas )

Cara : campurkan semua bahan, rebus sampai air habis


Pembungkus Ayam

5 sdm terigu

5 sdm tepung roti/tepung panir/panko

1 butir telur

1 sdt garam

1/2 sdt merica

2 siung bawang putih –> haluskan

250 mL Minyak goreng ( sekitar setengah gelas mungkin… )

Cara :

- Panaskan minyak goreng

- Telur, garam, merica, bawang putih dikocok pake garpu

- Ayam rebus digulingkan ke terigu, celupkan ke kocokan telur, gulingkan ke tepung panir/tepung roti/panko

- Goreng dalam minyak panas sampai kekuningan

Acar Wortel Lobak ( kayak yang di Hokben itu … ) –> sebaiknya dibikin sebelum ayam supaya setelah ayam matang, acarnya dah jadi…meresap gtu ke lobak & wortelnya

1 batang wortel

1 batang lobak

1 sdt cuka

3 sdm gula

2 sdt garam

Cara :

- Cuci wortel dan lobak, kupas, parut dengan parutan rujak, atau kLo gak punya parutan bisa diiris tipis-tipis kemudian dipotong panjang kaya korek api

- Campurkan dengan cuka, gula, dan garam

Sajikan chicken katsu dengan acar wortel lobak, mayonaise, saus sambal, saus tomat jika ada.

Daftar Harga per 16 April 2008 di Pasar Balubur :

- 2 dada ayam Rp 10000,- atau sekitar 1/2 kg, minta tolong ma penjualnya buat dibikin fillet

- 1 botol kecil kecap asin Rp 2500,-

- 1/2 kg tepung panir Rp 3000,-

- 1 batang wortel yang gede Rp 1000,-

- 1 batang lobak yang gede Rp 1000,-

- Parutan rujak Rp 7500,-

 

Teman….yang….******** April 13, 2008

Filed under: Curhat Dunk — loenapeace @ 9:37 pm

Ya Allah, kenapa harus ada ‘teman’ yang nyebelin? Apakah mereka bisa disebut ‘teman’ kalo kerjanya hanya bikin sakit hati? Apakah ‘teman’ itu sadar kalo kata-kata yang ‘ia’ ucapkan menyakiti hati? Memang benar kata pepatah kalo ‘Lidah itu lebih tajam dari pedang, maka berhati-hatilah dengan lidahmu’.

Ya  Allah, q mohon agar memiliki kelapangan hati untuk memaafkan ‘teman’ tadi, semoga q bisa jadi teman yang baik.

Buat teman-teman yang pernah tersinggung atau tersakiti olehku, q mohon maaf. Semoga qta bisa berteman dengan baik. Amien

 

Paranoia April 13, 2008

Filed under: Kesehatan — loenapeace @ 5:37 am

Masa-masa TA 2 ini kadang bikin aq ngerasa tertekan banget, trus akhirnya males ktemu orang. Misalnya Sabtu kemaren tgl 12 April 2008, seharian cuma mengunci diri di kamar, takut ktemu orang. Keluar cuma kLo mau ke kamar mandi aja, itu pun liat-liat dulu ada orang atau gak. Hari itu aq beranggapan kLo semua orang cuma bikin aq tambah stress, and cuma bikin aq tambah tertekan. Selama mengunci diri di kamar, iseng-iseng buk google, dapet deh artikel ini. Kayanya yang aq alamin adalah simple paranoia yang hampir setiap orang pernah mengalaminya. Sebabnya juga bisa macem-macem. Jadi, baca aja terjemahanq ini :  ( sumber : http://members.aol.com/elrophe/paranoia.html )

PARANOIA

Oleh Dr. Sidney Langston

-Terjemahan Bebas : Lia-

Hampir setiap orang pernah mengalami paranoia pada suatu waktu dalam hidupnya. Paranoia adalah suatu persepsi bahwa orang lain membicarakan tentang dirimu dan memata-matai dirimu, bahwa orang lain tidak dapat dipercaya. Orang yang mengalami paranoia merasa tidak memiliki penolong dan merasa terjebak. Mereka cenderung sensitive, sukar memaafkan, dan mudah tersinggung. Mereka merasa menjadi korban dari perlakuan kritis dan kemarahan orang lain. Pada waktu yang sama, mereka sangat sadar diri dan kritis terhadap dirinya. Dalam usaha melawan ketakutannya, mereka memusuhi dan kasar terhadap orang tertentu.

Paranoia dipercaya disebabkan oleh kegagalan pemakaian kapasitas manusia untuk menentukan makna, mencari hubungan dan member tujuan pada perilaku orang lain. Hal ini merupakan ketidakwajaran akan kebutuhan untuk menghakimi orang lain dan kejadian yang terjadi pada keinginan dan perhatian yang besar. Berdasarkan salah satu teori, paranoia dapat berasal dari kekecewaan yang kuat pada orang tua semasa kecil atau dari orang tua yang secara ekstrim keras dan menghakimi.

Simple paranoia dapat menyebabkan penderitaan emosi yang ekstrim, hal ini biasanya tidak menyebabkan gangguan mental jangka panjang yang membutuhkan terapi psikologi.Pada simple paranoia, halusinasi, khayalan, dan perubahan kepribadian drastic tidak terjadi. Kecerdasan tetap utuh dan performansi kerja cukup. Dugaan dan ketidak percayaan biasanya terbatas pada area tertentu sehingga tidak berpengaruh serius pada kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang yang ketakutan dirinya akan diracuni orang lain, selalu ingin menyiapkan makanannya sendiri, tetapi fungsi kerja lainnya tetap normal.

Paranoaia memiliki berbagai macam bentuk. Paranoia sering melibatkan perasaan tersiksa dan kepentingan diri yang berlebihan. Conjugal paranoia adalah kecemburuan terhadap suami/istri yang mengakibatkan sifat possesif dan keyakinan bahwa pasangannya memiliki WIL/PIL. Kepercayaan bahwa dirinya memiliki penyakit serius sedangkan menurut dokter tidak dikenal sebagai hypochondriacal paranoia.

Tipe lain dari paranoia terjadi pada orang yang lebih tua yang hidup sendiri dimana pendengaran dan penglihatannya sudah tidak bekerja baik. Hilangnya kemampuan indra tersebut mengakibatkan timbulnya rasa curiga berlebihan, pencurian, dan lain sebagainya yang mengusik mereka, walaupun kenyataannya hal itu tidak terjadi.

Culture shock merupakan salah satu bentuk paranoia yang terjadi karena perubahan lingkungan mendadak seperti meninggalkan rumah keluarga atau mengikuti kewajiban militer. Pada situasi baru dan aneh, orang yang mudah diserang menjadi curiga terhadap perbedaan gaya hidup, kebudayaan, sikap dan perilaku. Pada intinya, orang tersebut mengalami kehilangan tempat bergantung dan identifikasi karena shock.

Walaupun seseorang yang menderita paranoia mempu memecahkan ketakutannya, mereka akan merasa kesepian, kalah, dan ditolak. Terapi dapat sangat bermanfaat pada proses penyembuhan,walaupun perasaan paranoia tersebut menimbulkan rasa enggan mengikuti terapi dan mengakhiri proses terapi.

Tujuan utama dari terapi untuk individu yang mengalami paranoia adalah membantu mereka untuk mengambil tanggung jawab atas perilaku mereka. Hal ini penting karena mereka menjadi sadar akan kesalahan, perasaan malu, agresif, dan perilaku curiga terhadap orang lain. Mereka perlu mengubah mekanisme pertahanan terhadap perkiraan mereka menjadi mekanisme mengatasi yang akan membiarkan diri mereka bertindak tanpa merasa dihakimi. Selama proses penyembuhan, mereka mungkin mengalami depresi sebagai penolakan mekanisme pertahanan merekan dan menyadari bahwa mereka telah menyakiti dirinya dan orang lain.

Untuk memulihkan diri, mereka perlu :

·         Mengurangi sensitivitas terhadap kritik

·         Meningkatkan kemampuan social dan tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan orang lain mengkritik dan menghindari mereka

·         Belajar untuk rileks

·         Belajar untuk mengatasi situasi sulit yang menimbulkan kegelisahan daripada menghindarinya

·         Belajar untuk mempercayai diri sendiri dan orang lain

·         Belajar memberikan respon yang sesuai terhadap dirinya dan orang lain. Menjadi santun dan jujur

·         Belajar memaafkan dan menerima diri mereka

Orang tertentu dapat menolong mereka dengan memberikan dukungan emosional yang hangat. Individu yang paranoia membutuhkan orang yang dapat mereka cintai dan mereka percayai. Atmosfer ini akan membimbing mereka menuju kesembuhan.

Analisis :

Kalo yang q alamin, mungkin disebabkan oleh kepribadianq yang melankolis pleghmatis. Akibatnya, q terlalu sensitif sama tindakan orang lain. Selain itu mungkin juga disebabkan karena perubahan lingkungan, jauh dari orang tua dan keluarga karena harus kos di Bandung, ternyata sedikit berpengaruh pada diriku. Kadang-kadang ngerasa kesepian, palagi kLo lagi banyak tugas, TA yang no progress, dan kerasa lagi butuh dukungan, bawaannya pengen nangis aja. Trus kebayang deh, coba kLo di Semarang aja, lebih enak, dapet perhatian dari keluarga, disemangatin. Cuma biasanya kejadian ini cuma terjadi beberapa kali dalam sebulan, terutama kLo lagi mau dapet M, mgkn karena hormon jadi super duper sensitif, semua kelihatan ribet dan gak tampak titik terang. Besoknya biasanya udah normal lagi.

Moga2 artikelnya bermanfaat :)

 

Ayam Goreng Tepung April 13, 2008

Filed under: Resep Anak Kos — loenapeace @ 4:20 am

Bahan 1 Ayam Rebus :

¼ kg ayam ( kira2 ada 4 paha bawah ayam )

1 sdm garam

½ jeruk nipis à peras,ambil airnya

3 siung bawang putih à haluskan

200 ml air

Campur semua bahan I, rebus sampai air nyaris habis. Sisihkan ayamnya.

Bahan 2 Tepung Pembungkus :

2 sdm terigu

1 sdm maizena

1 sdt merica

1 sdt garam

Campur semua bahan 2

Bahan 3 Telur Pencelup :

1 butir telur à kocok pakai garpu

1 sdt garam

2 siung bawang putih à haluskan

Campur semua bahan 3

- Panaskan 150 ml minyak untuk menggoreng ayam.

- Sambil menunggu minyak, celupkan ayam rebus tadi ke telur, gulingkan ke tepung, telur lagi, boleh ke tepung lagi, dan diakhiri dengan telur kalau pengen lapisan tepungnya tebal. Lakukan pada semua ayam rebus.

- Goreng ayam yang sudah dibungkus tadi sampai kecoklatan.

- Sisa telur kalau ada bisa didadar nantinya.

- Kalo mau gampang, tepung pembungkus bisa pake adonan tepung ayam goreng yang sudah jadi ( misal Kobe, Sajiku, dll ), gak pelu ditambah apa-apa lagi. Telur cukup dikocok aja pke garpu, gak perlu ditambah apa-apa lagi.

:) Selamat mencoba :)

Daftar Harga :

¼ kg ayam di Pasar Balubur pada tanggal 13 April 2008 – Rp 5500,-

10 siung bawang putih – Rp 1000,-

1 bungkus kecil merica – Rp 1000,-

1 bungkus garam – Rp 800,-

1 butir telur – Rp 700,-

Minyak, terigu, maizena kurang tau coz q pake stok lama.

Kayanya minyak 1 liter terakhir beli sekitar Rp 8000,-, maizena Rp 3000,-, terigu 1 kg Rp 7000,-

Kalau di pasar bisa beli yang eceran buat terigunya.

1 bungkus kecil tepung Sajiku – Rp 1800,-