Ya Allah, kenapa harus ada ‘teman’ yang nyebelin? Apakah mereka bisa disebut ‘teman’ kalo kerjanya hanya bikin sakit hati? Apakah ‘teman’ itu sadar kalo kata-kata yang ‘ia’ ucapkan menyakiti hati? Memang benar kata pepatah kalo ‘Lidah itu lebih tajam dari pedang, maka berhati-hatilah dengan lidahmu’.

Ya  Allah, q mohon agar memiliki kelapangan hati untuk memaafkan ‘teman’ tadi, semoga q bisa jadi teman yang baik.

Buat teman-teman yang pernah tersinggung atau tersakiti olehku, q mohon maaf. Semoga qta bisa berteman dengan baik. Amien