Kambing Aqiqah Boleh Betina Nggak Siy?
May 1, 2011 at 1:29 am Leave a comment
Hmm, minggu pagi dihebohkan dengan telepon dari ibu yang nanyain pertanyaan di atas. Ceritanya ibu punya kambing yang diurusin ma orang, cuma sekarang orangnya udah nggak sanggup ngurus, jadinya kambingnya mo dibalikin ke ibu atau dijual. Trus ibu teringat Dede, anaknya Om Ded, blom di-aqiqah. Jadi ibu langsung berinisiatif, yawda kambing dipake buat aqiqah Dede.
Setelah kambing dibawa ke rumah, ibu baru ngeh klo ternyata kambingnya itu dua-duanya betina.. weleh, langsung lah heboh. Nyari-nyari di fiqih wanita, kata ibu nggak ditentukan, cuma ibu masih nggak yakin. Kemudian saya langsung tanya ke murobbi Kak Ifa, Kak Ifa kemudian menanyakan ke abah Kak Ifa, kambing betina boleh, tetapi tetap yang lebih utama domba bertanduk, jantan, putih belang (HR Turmidzi).
Sebelumnya saya juga dapat dari blog ini, di sana disebutkan sbb:
Tanya: Apakah kambing yang disyaratkan untuk aqiqah hanya yang berjenis kelamin tertentu (jantan/betina)? (Yusuf, Mekah)
Jawab: Tidak disyaratkan dalam kambing aqiqah harus jantan atau harus betina. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Untuk anak laki-laki dua kambing, dan untuk anak perempuan satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina” (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)
Berkata Al-’Iraqy rahimahullahu (wafat tahun 806 H):
“Dan الشاة (kambing) –dalam bahasa arab- mencakup jantan dan betina, baik dari jenis المعز (kambing yang berambut) ataupun jenis الضأن (domba/kambing yang berbulu tebal). Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih ketika aqiqah kedua cucunya memilih yang paling sempurna, yaitu domba jantan, dan ini bukan pengkhususan, maka boleh dalam aqiqah menyembelih kambing betina meskipun dari jenis المعز, sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh kemutlakan lafadz الشاة dalam hadist-hadist yang lain” (Tharhu At-Tatsrib, Al-’Iraqy 5/208)
Wallahu a’lam.
(Penulis Blog: Abdullah Roy, Universitas Islam Madinah, S1 Fakultas Hadist (th 2005), S2 Fakultas Dakwah Jurusan Aqidah (th 2010), dan saat ini sedang menempuh S3 di Jurusan yang sama)
Setelah itu langsung saya telpon ibu, sekarang aqiqahnya jadi lebih mantap. Tadinya udah ngebayangin harus bawa 2 ekor kambing tadi pake mobil buat ditukerin di pasar kambing…
Tampaknya Ika juga bersedih karena kambingnya jadi disembelih, secara adik saya yang satu ini dari kecil sayang banget sama semua hewan. Mulai dari keong, belalang, tikus putih, kucing, kelinci, dll. Dia juga udah jatuh cinta ma dua kambing betina ini karena katanya bulunya bagus… Ikhlaskan ya, Dek
Entry filed under: Islam. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed