Irritable Bowel Syndrome (IBS)

December 4, 2009 at 9:22 am 3 comments

Gejala:
– Diare
– Perut kembung, terutama di pagi hari sehabis bangun tidur
– Perut melilit dan nyeri di ulu hati, biasanya malam hari.

Beberapa gejala di atas adalah gejala IBS. Berdasarkan katanya:
* Irritable: Sensitif
* Bowel: Usus besar
* Syndrome: Sindrom
IBS disebabkan oleh usus yang sensitif. Saya mengalaminya 1 bulan yang lalu. Awalnya saya anggap diare/maag biasa. Namun sampai dua minggu, gejala-gejala di atas tak kunjung berakhir. Akhirnya saya memutuskan ke dokter ahli pencernaan (Gastroenterologi). Saat itu saya diberi tiga macam obat, salah satunya suplemen enzim. Kata dokter gejala di atas disebabkan ketidakmampuan sistem pencernaan saya yang tidak mampu mengolah makanan yang masuk. Suplemen enzim akan membantu meringankan kerja pencernaan katanya. Dua obat lainnya saya kurang paham gunanya. Selama mengkonsumsi obat dari dokter, gejala semakin berkurang dan membaik.
Setelah merasa badan sehat dan tentunya makan pun enak, saya jalan-jalan bersama teman kos. Hari itu saya kalap, makan tidak pada jamnya dan porsinya super. Sebagai gambaran:
– 07.00: Bubur ayam telur rebus
– 08.30: Serabi, Gorengan
– 12.00: Donat Mangga dan Coklat
– 15.00: Pancake w/ Strawberry Ice Cream
– 16.00: Semangkuk besar Lomie dan Juz Jeruk Jumbo ala Kantin Mambo

Wew, banyak bukan…padahal saya baru sembuh dari sakit perut yang tak biasa. Keesokan harinya, saya kembali mengalami diare. Kali ini lebih parah. Sebelumnya saya hanya diare biasa saja tanpa nyeri perut. Kali ini tiap malam menjelang, saya mengalami nyeri hebat di perut sampai hanya bisa berbaring di tempat tidur sambil menahan sakit dan akhirnya tertidur. Anehnya keesokan harinya saat bangun tidur, nyeri tersebut hilang. Namun, menjelang malam, nyeri perut kembali muncul.

Setelah mencoba bertahan selama tiga hari, saya pun menyerah. Kali ini saya ke dokter ahli penyakit dalam (Internist). Setelah diperiksa, saya pun diberi surat pengantar untuk melakukan tes feses rutin di lab. Alhamdulillah, hasilnya negatif, tidak ditemukan adanya eritrosit, leukosit, atau E.Coli yang berlebiha. Saya kemudian kembali ke dokter memperlihatkan hasil lab. Kata pak dokter, hasilnya bagus. Gejala yang saya alami disebabkan usus yang sensitif. Saya juga tidak disarankan memakan makanan pemicu sakit perut muncul, misalnya susu, makanan berminyak/berlemak, makanan asam/pedas. Saya juga tidak boleh stres dan harus makan teratur. Obat yang diberi waktu itu adalah Rillus dan Buscopan.

Karena penasaran dengan penyakit saya yang aneh bin ajaib. Saya pun mencari katalog kedua obat tersebut di internet.
* Buscopan: untuk mengatasi

  • Nyeri/ketidaknyamanan/kram perut yang disebabkan oleh perut yang sensitif terhadap makanan tertentu (berlemak, pedas, asam, alkohol, kafein) (Sumber:

http://www.buscopan.com/com/en-next/main/Help_and_more/FAQ/Abdominal_pain_cramps_and_discomfort.jsp )

  • Makan yang tidak teratur, stres yang berlebihan, makan yang terburu-buru sehingga perut kaget
  • Perubahan kebiasaan rutin harian, misalnya saat sedang dalam perjalanan (travelling)
  • IBS (Irritable Bowel Syndrome). Menurut survey, sekitar 20% populasi dewasa menderita keram & nyeri perut, seringkali disertai dengan kembung, diare/sembelit, tanpa penyebab yang jelas. Gejala-gejala tersebut diberi nama Irritable Bowel Syndrome (IBS). Walaupun penelitian medis masih belum yakin penyebab pastinya, gejala-gejala tersebut dapat menyebabkan pengaruh negatif pada kualitas hidup penderitanya. Rasa nyeri yang tak bisa diprediksi, diare, dan gejala lainnya dapat mengganggu kehidupan pribadi dan profesional penderita. => Badan lemes, kerja tidak maksimal… ( Sumber:

http://www.buscopan.com/com/en-next/main/where_does_it_hurt/ibs/index.jsp )

  • Nyeri haid

* Rillus: mengandung Lactobacillus reuteri (108 CFU) untuk mengatasi keluhan penyakit perut, seperti diare, kembung/kentut-kentut, sembelit.  Sumber:

http://www.daftar-obat.com/index.php?page=shop.product_details&flypage=flypage.tpl&product_id=197&category_id=47&option=com_virtuemart&Itemid=64

Kesimpulannya untuk menghindari IBS, kita harus makan teratur, hindari makanan pemicu (asam/pedas/berlemak/alkohol/kafein/susu), jangan makan berlebihan, dan hindari stres.

Entry filed under: Health. Tags: .

Setting Internet untuk Java di Sony Ericsson S312 Marah-marah

3 Comments Add your own

  • 1. Agung  |  January 20, 2011 at 11:38 am

    Info yang bagus nih, perut saya juga sensitif nih, sering iri juga ngeliat serunya org2 kalo lagi makan yg pedes2… Emang pnyakit ada2 aja, tapi ada positifnya juga kalo harga cabe pada naek gak ikut ketempuhan :DDD

    Reply
  • 2. Lidia Sukarno  |  December 1, 2013 at 12:43 am

    informatif mbak, artikelnya.

    Reply
  • 3. Rio  |  January 14, 2014 at 6:43 am

    ternyata ada jga temen yg mnderita IBS, gue gak sndirian hehe…
    hidup dgn IBS emg g mudah sih, tpi ktanya ini gak tlalu berbahaya kcuali lgi kambuh…
    o..ya sindrom ini bisa dsmbuhkn g?
    klo pnya infonya bgi2 ya….

    salam semangat jgn mau kalah ama IBS

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


My Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

My Tweet


%d bloggers like this: