.:: Mencintai Diri Sendiri ::.

December 8, 2009 at 4:27 am 3 comments

Sepertinya ini salah satu jawaban dari curhatku yang kemarin. Mencintai diri sendiri berarti kita bersedia menerima diri kita apa adanya, bersedia memperlakukan diri kita layaknya sahabat terbaik.

Aku baru sadar selama ini terlalu banyak mendengarkan kata-kata orang lain tentang kita, terlalu memaksakan diri seperti apa yang orang lain harapkan. Akibatnya kita menjadi sering menyalahkan diri sendiri, merasa diri tak berdaya, tak mampu menjadi seperti harapan orang lain, bukan menjadi apa yang kita harapkan. Mulai sekarang coba renungi apa sebenarnya yang benar-benar kita inginkan, bebaskan diri dari pendapat orang lain. Tentukan sendiri apa yang ingin kita lakukan, lakukan hal-hal yang kita inginkan, lakukan hal-hal yang membuat kita bahagia, lakukan hal-hal yang terbaik untuk diri kita, tapi tentu saja harus siap dengan segala resikonya.

Orang lain boleh saja memberikan kritik, saran, atau masukan. Tapi cobalah disaring dahulu, dipikirkan dahulu. Toh belum tentu mereka benar, bisa saja mereka asal bicara. Jangan langsung diikuti karena nantinya kita yang akan lelah sendiri, capek mengikuti harapan dan tuntutan orang lain.

Kenapa kita perlu mencintai diri sendiri? Karena kita tidak akan pernah bisa sungguh-sungguh mencintai orang lain kalau kita tidak bisa mencintai diri sendiri. Mencintai orang lain berarti kita bersedia menerima dirinya apa adanya, tidak menuntut orang lain menjadi seperti apa yang kita inginkan, biarkan dia hidup seperti apa yang dia inginkan. Aku jadi merasa bersalah pada seseorang, aku terlalu menuntut orang itu menjadi seperti harapanku (lebih tepatnya harapan orang tuaku…), padahal jelas-jelas dia tidak ingin menjadi seperti itu. So, please forgive me for all what I’ve done to you… Semuanya karena aku yang belum bisa mencintai diri sendiri.

Berikut ada beberapa tips yang dapat diikuti untuk mulai mencintai diri sendiri. Sumbernya dari http://www.seamless-web.net/howto.htm yang aku terjemahkan sendiri:

1. Berhenti mengkritik diri sendiri karena kritik tidak akan mengubah apapun. Terima diri kita apa adanya. Setiap orang pasti akan berubah. Saat kita mengkritik diri sendiri dan berubah karena itu, perubahan kita adalah perubahan negatif karena perubahan kita bukan karena keinginan sendiri, kita berubah karena terpaksa dan tidak menutup kemungkinan kita akan kembali lagi seperti sebelumnya. Berbeda kalau kita menerima diri kita apa adanya, perubahan yang terjadi nantinya adalah perubahan positif.

Misalnya gini. Ibu berkata ke kita “cobalah makannya dikontrol. kurusan dikit lah biar langsing kaya SMA dulu, biar cantik, biar ….”. Trus kita dengarkan, trus kita merasa menurut ibu gw gendut dunk, gw harus kurus biar ibu berhenti bilang kita gendut. Trus mulailah kita diet… cuma dietnya karena terpaksa. Oke, misalnya dietnya berhasil. Muncullah tuntutan lainnya dari ibu, kita berusaha lagi niy menuhin tuntutan ibu sampe kita stres sendiri. Trus lama-lama kita bosan sendiri ngikutin keinginan ibu… Ngapain siy gw diet, enakan makan JCo, Pizza, Hokben, dll yang penting Happy. Gagallah sudah semua diet yang kita lakukan.

Beda saat kita diet karena kesadaran, karena mendengarkan kebutuhan tubuh, karena kita menyayangi tubuh kita. Pikirkan pengaruh makanan yang kita makan ke tubuh kita. Misalnya, “wah gw ga boleh niy makan makanan yang terlalu berlemak/pedas, ntar perut jadi sakit, ntar gw menderita sendiri karena diare”. Atau “wah gw ga boleh niy ngemil di luar jam makan, kasian lambungku nanti kerjanya berat, kerja di luar jam kerjanya, maagku bisa kambuh”.

2. Berhenti meneror diri sendiri dengan berbagai pikiran negatif karena hal itu akan membuat hidup kita menderita. Pikirkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki, buang semua pikiran negatif tentang diri kita.

Misalnya “gw cupu banget siy, lulus dari ITB tapi ga bisa programming Matlab, ga bisa programming C++”… Lha, emang kita harus bisa semuanya apa. Tiap orang punya kelebihannya sendiri kalee. Daann… inget kita juga belum telat koq kalo emang pengen belajar itu. Cuma kalo emang ga pengen, yawda jangan. Belajar yang lain aja yang bikin kita lebih dari orang lain,  misal belajar bahasa Jepang kalau kita emang tertarik hal itu. Pastinya nantinya akan bermanfaat buat kita. Hal-hal yang berasal dari hobi hasilnya akan jauh lebih baik daripada yang dilakukan karena terpaksa.

3. Perlakukan diri sendiri dengan penuh kelembutan dan kesabaran. Perlakukan diri sendiri layaknya sahabat kita.

Misalnya saat kita gagal ujian dan dapat nilai jelek, jangan langsung menghakimi diri sendiri, jangan langsung mengatakan kalau kita itu bego. Coba inget-inget apa yg kira-kira sahabat kita katakan kalau kita sedih. Pasti sahabat kita akan bilang “Udahlah, jangan terlalu dipikirkan. Tetap semangat ya. Pastikan ujian berikutnya lebih baik dan bisa nutupin nilai yang kemaren”. Lebih enak kan rasanya, kita jadi terpacu dan bersemangat, tidak merasa terpuruk dan jatuh.

4. Pujilah diri sendiri. Berikan pujian sebanyak-banyaknya pada diri kita. Masa siy kita rela puji-puji orang lain, sementara pelit banget buat ngasih pujian ke diri sendiri. Sering kali kita memuji orang lain cantik, sementara sulit banget bilang diri sendiri cantik. Nggak adil dunk kalau gitu caranya. Saat kita melakukan hal-hal positif, biasakan untuk memuji diri sendiri untuk setiap kesuksesan yang kita lakukan. Jangan berharap orang lain yang memberikan pujian, toh kita bisa muji-muji diri kita sendiri😛 Yang penting happy, narsis dikit bolehlah.

5. Dukung diri sendiri. Cari cara untuk mendukung diri sendiri. Hubungi teman-sahabat saat kita butuh bantuan. Biarkan mereka menyemangati kita. Kalau kita merasa ga ada apa-apanya, coba deh tanyain ke teman mengenai kelebihan kita, kenapa mereka mau temenan ma kita, pasti ada kelebihan kita yang menonjol di mata mereka. Kadang kita lupa bahwa kita juga punya kelebihan, tapi kita sia-siakan begitu saja.

6. Cintai kekurangan yang kita miliki. Manusia ga ada yang sempurna. Kekurangan menjaga kita supaya tidak sombong, kekurangan menjaga kita supaya mengingat dan meminta pada Tuhan sebagai yang Maha Sempurna.

7. Rawat tubuhmu. Tubuh kita adalah anugerah dan titipan dari Tuhan sehingga harus kita rawat dengan baik. Atur pola makan, rajin olahraga, rajin luluran, mandi dua kali sehari, sikat gigi dua kali sehari, creambath, dll. Rawat tubuh yang kita tempati sekarang supaya terlihat baik => Kita cuma numpang lho di badan ini, nantinya badan ini akan dikembalikan ke pemiliknya. Jadi barang pinjaman ini harus kita rawat sebaik-baiknya.

8. Ngaca dunk. Tiap hari saat kita bercermin, lakukan dialog ke diri sendiri. Bilang kalau kita cinta ma diri kita, maafkan kekurangan kita, kita terima diri kita apa adanya.

9. Cintai dirimu mulai saat ini juga. Tunggu apa lagi coba??? Dah ngerti kan pentingnya mencintai diri sendiri???

Entry filed under: Curhat Dunk. Tags: .

Browsing-browsing Game Tebak Tokoh yang Ada di Pikiran Kita

3 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


My Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

My Tweet


%d bloggers like this: