Posts filed under ‘Curhat Dunk’

.:: Mencintai Diri Sendiri ::.

Sepertinya ini salah satu jawaban dari curhatku yang kemarin. Mencintai diri sendiri berarti kita bersedia menerima diri kita apa adanya, bersedia memperlakukan diri kita layaknya sahabat terbaik.

Aku baru sadar selama ini terlalu banyak mendengarkan kata-kata orang lain tentang kita, terlalu memaksakan diri seperti apa yang orang lain harapkan. Akibatnya kita menjadi sering menyalahkan diri sendiri, merasa diri tak berdaya, tak mampu menjadi seperti harapan orang lain, bukan menjadi apa yang kita harapkan. Mulai sekarang coba renungi apa sebenarnya yang benar-benar kita inginkan, bebaskan diri dari pendapat orang lain. Tentukan sendiri apa yang ingin kita lakukan, lakukan hal-hal yang kita inginkan, lakukan hal-hal yang membuat kita bahagia, lakukan hal-hal yang terbaik untuk diri kita, tapi tentu saja harus siap dengan segala resikonya.

Orang lain boleh saja memberikan kritik, saran, atau masukan. Tapi cobalah disaring dahulu, dipikirkan dahulu. Toh belum tentu mereka benar, bisa saja mereka asal bicara. Jangan langsung diikuti karena nantinya kita yang akan lelah sendiri, capek mengikuti harapan dan tuntutan orang lain.

Kenapa kita perlu mencintai diri sendiri? Karena kita tidak akan pernah bisa sungguh-sungguh mencintai orang lain kalau kita tidak bisa mencintai diri sendiri. Mencintai orang lain berarti kita bersedia menerima dirinya apa adanya, tidak menuntut orang lain menjadi seperti apa yang kita inginkan, biarkan dia hidup seperti apa yang dia inginkan. Aku jadi merasa bersalah pada seseorang, aku terlalu menuntut orang itu menjadi seperti harapanku (lebih tepatnya harapan orang tuaku…), padahal jelas-jelas dia tidak ingin menjadi seperti itu. So, please forgive me for all what I’ve done to you… Semuanya karena aku yang belum bisa mencintai diri sendiri.

Berikut ada beberapa tips yang dapat diikuti untuk mulai mencintai diri sendiri. Sumbernya dari http://www.seamless-web.net/howto.htm yang aku terjemahkan sendiri:

1. Berhenti mengkritik diri sendiri karena kritik tidak akan mengubah apapun. Terima diri kita apa adanya. Setiap orang pasti akan berubah. Saat kita mengkritik diri sendiri dan berubah karena itu, perubahan kita adalah perubahan negatif karena perubahan kita bukan karena keinginan sendiri, kita berubah karena terpaksa dan tidak menutup kemungkinan kita akan kembali lagi seperti sebelumnya. Berbeda kalau kita menerima diri kita apa adanya, perubahan yang terjadi nantinya adalah perubahan positif.

Misalnya gini. Ibu berkata ke kita “cobalah makannya dikontrol. kurusan dikit lah biar langsing kaya SMA dulu, biar cantik, biar ….”. Trus kita dengarkan, trus kita merasa menurut ibu gw gendut dunk, gw harus kurus biar ibu berhenti bilang kita gendut. Trus mulailah kita diet… cuma dietnya karena terpaksa. Oke, misalnya dietnya berhasil. Muncullah tuntutan lainnya dari ibu, kita berusaha lagi niy menuhin tuntutan ibu sampe kita stres sendiri. Trus lama-lama kita bosan sendiri ngikutin keinginan ibu… Ngapain siy gw diet, enakan makan JCo, Pizza, Hokben, dll yang penting Happy. Gagallah sudah semua diet yang kita lakukan.

Beda saat kita diet karena kesadaran, karena mendengarkan kebutuhan tubuh, karena kita menyayangi tubuh kita. Pikirkan pengaruh makanan yang kita makan ke tubuh kita. Misalnya, “wah gw ga boleh niy makan makanan yang terlalu berlemak/pedas, ntar perut jadi sakit, ntar gw menderita sendiri karena diare”. Atau “wah gw ga boleh niy ngemil di luar jam makan, kasian lambungku nanti kerjanya berat, kerja di luar jam kerjanya, maagku bisa kambuh”.

2. Berhenti meneror diri sendiri dengan berbagai pikiran negatif karena hal itu akan membuat hidup kita menderita. Pikirkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki, buang semua pikiran negatif tentang diri kita.

Misalnya “gw cupu banget siy, lulus dari ITB tapi ga bisa programming Matlab, ga bisa programming C++”… Lha, emang kita harus bisa semuanya apa. Tiap orang punya kelebihannya sendiri kalee. Daann… inget kita juga belum telat koq kalo emang pengen belajar itu. Cuma kalo emang ga pengen, yawda jangan. Belajar yang lain aja yang bikin kita lebih dari orang lain,  misal belajar bahasa Jepang kalau kita emang tertarik hal itu. Pastinya nantinya akan bermanfaat buat kita. Hal-hal yang berasal dari hobi hasilnya akan jauh lebih baik daripada yang dilakukan karena terpaksa.

3. Perlakukan diri sendiri dengan penuh kelembutan dan kesabaran. Perlakukan diri sendiri layaknya sahabat kita.

Misalnya saat kita gagal ujian dan dapat nilai jelek, jangan langsung menghakimi diri sendiri, jangan langsung mengatakan kalau kita itu bego. Coba inget-inget apa yg kira-kira sahabat kita katakan kalau kita sedih. Pasti sahabat kita akan bilang “Udahlah, jangan terlalu dipikirkan. Tetap semangat ya. Pastikan ujian berikutnya lebih baik dan bisa nutupin nilai yang kemaren”. Lebih enak kan rasanya, kita jadi terpacu dan bersemangat, tidak merasa terpuruk dan jatuh.

4. Pujilah diri sendiri. Berikan pujian sebanyak-banyaknya pada diri kita. Masa siy kita rela puji-puji orang lain, sementara pelit banget buat ngasih pujian ke diri sendiri. Sering kali kita memuji orang lain cantik, sementara sulit banget bilang diri sendiri cantik. Nggak adil dunk kalau gitu caranya. Saat kita melakukan hal-hal positif, biasakan untuk memuji diri sendiri untuk setiap kesuksesan yang kita lakukan. Jangan berharap orang lain yang memberikan pujian, toh kita bisa muji-muji diri kita sendiri 😛 Yang penting happy, narsis dikit bolehlah.

5. Dukung diri sendiri. Cari cara untuk mendukung diri sendiri. Hubungi teman-sahabat saat kita butuh bantuan. Biarkan mereka menyemangati kita. Kalau kita merasa ga ada apa-apanya, coba deh tanyain ke teman mengenai kelebihan kita, kenapa mereka mau temenan ma kita, pasti ada kelebihan kita yang menonjol di mata mereka. Kadang kita lupa bahwa kita juga punya kelebihan, tapi kita sia-siakan begitu saja.

6. Cintai kekurangan yang kita miliki. Manusia ga ada yang sempurna. Kekurangan menjaga kita supaya tidak sombong, kekurangan menjaga kita supaya mengingat dan meminta pada Tuhan sebagai yang Maha Sempurna.

7. Rawat tubuhmu. Tubuh kita adalah anugerah dan titipan dari Tuhan sehingga harus kita rawat dengan baik. Atur pola makan, rajin olahraga, rajin luluran, mandi dua kali sehari, sikat gigi dua kali sehari, creambath, dll. Rawat tubuh yang kita tempati sekarang supaya terlihat baik => Kita cuma numpang lho di badan ini, nantinya badan ini akan dikembalikan ke pemiliknya. Jadi barang pinjaman ini harus kita rawat sebaik-baiknya.

8. Ngaca dunk. Tiap hari saat kita bercermin, lakukan dialog ke diri sendiri. Bilang kalau kita cinta ma diri kita, maafkan kekurangan kita, kita terima diri kita apa adanya.

9. Cintai dirimu mulai saat ini juga. Tunggu apa lagi coba??? Dah ngerti kan pentingnya mencintai diri sendiri???

Advertisements

December 8, 2009 at 4:27 am 3 comments

Marah-marah

Pfiuhh, kenapa ya akhir-akhir ini mudah sekali marah… dikit-dikit emosi, tangan smp gemeteran, kepala pening, pikiran ga fokus…
Mencoba menganalisis penyebabnya:
1. Mungkin…karena stres
Stres macem-macem mulai dari pekerjaan sampai masalah pribadi. Ekspektasi orang tua yang berlebihan semakin memperburuk kondisiku. Kekecewaan pada diri sendiri, kenyataan yang tak sesuai dengan harapan.
2. Gangguan hormon. Hormon-hormonku memang tidak seimbang, ditandai dengan haidku yang tidak teratur, seringkali telat sampai tiga bulan.
3. Bosan/Jenuh…aku bosan dengan kehidupanku, pekerjaanku mungkin, dll.
4. … Apalagi ya, belum terpikir…

Cara mengatasi:
Karena tak tahu cara mengatasinya, makanya jadi marah-marah. Bingung kan? Ada saran?

December 7, 2009 at 3:25 am Leave a comment

Dunno…

I dunno what to write…just wanna write… There is nothing that should I do now. Just waiting till the time to go home come, waiting for 2 hours. I feel nothing… just wanna go home as soon as possible. Although, there’s also nothing to do at home. God, what’s Ur plan for me? I have no direction, please guide me.. T_T

November 19, 2008 at 7:56 am 4 comments

Wisudaan 19 Juli 2008

Maap…maap…ya semuanya. Honto ni sumimasen. Baru sempet nulis blog lagi. Berhubung internet di kos lagi lemot, plus kesibukan mencari2 kerjaan, tes sana-sini, dan status sekarang masih jobseeker yg bahagia ^_^

Iya, langsung aja ceritanya.. Jadi setelah masa TA-TA-TA itu berlalu alias masa TA-niaya ( meminjam istilah Pam2 ), akhirnya sidang pun tiba. Tegaaaaaaaaaang banget…sumprit !!! Palagi pas demo aplikasinya di depan dosen penguji, smpt rada nervous coz autorefresh page timer’nya kecepetan ngesetnya. Jadi blom smpet ngeklik, udah nge-refreh sendiri tu halaman. Keringet dingin dah… alhamdulillah, dosen pembimbingku Bp. Tutun Juhana, ST, MT sangat membantu, memberi dukungan moral dan spiritual ( ho3, kaya apaan ajah ) shingga aq bisa tetep tenang. Akhirnya abis wktu presentasiny yg cuma 15 menitan itu. Berikutnya adalah sesi tanya jawab… Pfiuh, mulai dari Pak Endon bertanya sbenernya apa TA’q itu, apa aja yg dikerjain? Lanjut dengan Pak Ridwan…beliau brtanya apakah sudah dipertimbangkan efek kecepatan KA pada koneksi wirelessny..dan seterusnya…seterusnya… sampai waktu habis. Kemudian aq disuruh keluar dulu dari ruangan. Beberapa menit kemudian aq dipanggil masuk ke dalam, kemudian diumumkan ” Ya, saudari Amalia, selamat nilai sidang Anda baik ” Whua, Alhamdulillah, tak sia-sia bgadang slama ini. Bgitu masuk ke lab NGN, aq lgsg wudhu, sujud syukur, sholat Dzuhur juga. Subhanallah, akhirnya bisa lulus juga dari Teknik Elektro ( Bayangin dunk..dulu aq pengenny bergelar dr. atau SSi,Apt., bukan ,ST ). Saat itu prasaan bahagia campur haru tak terbendung. Ucapan selamat dari temen-temen membanjiri, isak haru bahagia dari ibuku yang menelpon bikin aq kebawa juga.

Eng…ing…eng…, wisuda tinggal menghitung hari, kebaya belum dibuat. Bagaimana ini… Daku pun buru2 terbang ke Semarang ( halah, boong ding, naek KA HArina yg bener ). Bingung lagi skrg nyari2 pnjahit yg bisa ngejar deadline kebaya dalam 2 minggu. Akhirnya, pnjahit yg bruntung memperoleh tender dariq adalah Modiste Mona. Modiste ini lokasinya di bawah bioskop E-PLAZA di Simpang Lima. Yawd, beres lah tinggal tunggu tanggal mainnya…tanggal jadinya. Fitting kebaya dilakukan hari Slasa dua minggu berikutnya. Kebaya pink pertama yg dibuat khusus untukq ( kapan lagi yaa…smoga ada kbaya khusus lagi untukq dlm wktu dekat ini, hue he3x; tapi nunggu dilamar dulu, kk).

Blom beres urusan kebaya…skrg urusan salon menyalon. Bagaimana ini??? Tadinya dah booking Humairah Salon yg di Tubagus Ismail. Sayang sungguh sayang…antrianq udah nomor bontot, kawatir telat datang wisudaanny. Yawda, akhirnya ibuq bilang make-up sndiri aja. Ibumu ini juga jago koq. Klo urusan variasi jilbab, serahkan pada adekmu Ika yg fashionable ini…ho3x. Yasud, pasrah deh.

Malam wisudaan, q pake kebaya orange, pinjem ibuq. Jilbabnya pinjem juga ma ibuq, katanya siy jilbab gelombang cinta. Whatever deh…yg penting happy. Make up’nya sendiri ajah, itung2 latian bwt besok paginya.

Rere-Lili-Nyo2-Vica

Rere-Lili-Nyo2-Vica

Tibalah hari wisudaan, 19 Juli 2008 yang dinanti-nanti. Rasa bangga, senang, tegang, panik ( kapan siy gw ga panik… aq parno, takut kLo pas salaman ma pak rektor trus keserimpet trus jatoh …horor banget ). Pagi2 biz sarapan dianter ma tante Dewi. Dari Dago, qta lewat Dayang Sumbi. Qta diturunin di ITB Belakang sebelah timur. Tante Dewi langsung belok kanan, jedul Simpang demi mnghindari macet. Jalan TamanSari belakang ITB full banget ma mobil2 sjauh mata memandang. Qta trus jalan kaki lewat parkiran motor, trus turun ke Sunken Court. Sebelum ke Sabuga, qta nyempetin foto di Sunken Court ma jasa foto yg ada di sana. Takutnya kLo nunggu yg siang ntar ga keburu. Kburu arak2an mksudnya, ntar dah kucel duluan.

Bla…bla…bla… Arak-arakan deh. Inilah daku…

Di depan Sabuga...

Di depan Sabuga...

Pfiuh, panjang juga ya ceritaq. Pas diarak pke mobil pick-up. Tanganq kejepit di sela-sela kepala mobil dengan besi2 tmpt aq pegangan. Buset…sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttt banget. Palaq sampe cenut2. Darah dari kelingkingq mengalir. Akhirny ma temen2 wisudawati lainnya, dikasi tisu. Katany sementara ditutup ini dulu ya. Tak berapa lama kemudian, tiba2 mataq berkunang2. Jangan2 aq mau pingsan. Akhirnya bntr lagi bisa ngrasain pingsan, coz seumur hidup blom pernah.. Ternyata aq ini emg sadar diri ya alias ga bakat ga nyadar alias ga pingsan2 juga, jatohnya malah mual. Keringet dingen, pkokny ga enak bgt. Ditambah lagi pick up’ny jalannya enjot2an, ga enak gtu. Akhirnya…Hueekkkkk deh…

Ampuun…maafkan daku ya temen2. Udah gak kuat lagi ^_^ Peace, man. Keknya aq masuk angin deh. Trus aq diturunin, tapi ga ditinggalin di jalan trus dibuang gtu. Temenq kan baek2, juniro2nya juga baek2 koq ya. Aq disuruh duduk di dalam di samping supir smp di dpn gerbang depan. Di sana temen2 dari berbagai angkatan sudah menyambut dgn brbagai atraksi. Seru bgt deh pokoknya. Sayangnya pas smp labtek, q ga ikutan perang aer, demi menyelamatkan kelingkingq agar terhindar dr infeksi. Tapi tenang, wisudaan oktober kemaren aq dah puas koq maen2 aernya. Ho3x…

November 15, 2008 at 6:54 am 3 comments

TATATATATATATATATATATATATATA T_T

Whuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….kapan slesenya siy??? Udah frustasi niy. Coba…gagal…coba…gagal…bener2 kesabaran dan kegigihan diuji. Kadang bisa smangat banget ngerjainnya…kadang bisa males banget…sampai gak dikerjain sama sekali.

Gw salut ma orang2 yg berhasil lulus OR maybe lolos dari yang namanya Sidang Tugas Akhir…bener2 keteguhan hati diuji, kegigihan, kemauan…

Satu hal yang sering bikin gw nangis kLo lagi mentok ngerjain TA adalah orang tua gw. Betapa mereka sangat mengharapkan gw segera menjadi ‘ORANG’. Mgkn seiring dengan bertambhny kedewasaan gw ( cieee…. ) , semakin kerasa ga enak kLo minta uang bulanan tambahan. Semakin kerasa ga enak nyusahin orang tua. Mau sampe kapan bergantung ke mereka. Lalu, mengingat Bapak yang tiap hari kerja di kantor, berangkat pagi, pulang malam, gak kebayang capenya gimana. Belum kLo dapet tugas dinas di luar, jauh dari keluarga… Jadi inget masa2 kerja praktek dulu, hari pertama masuk kantor dari jam 7.30-17.00, benar2 melelahkan => sampe rumah udah ga bisa ngapa2in, tepar. Dan itu berulang trus tiap hari… Klo ingat kerja keras Bapak, jadi ngerasa berdosa make duit buat foya2, jalan2, makan2, yang seharusnya bisa lebih dihemat. Rasanya gak adil, Bapak yg capek kerja keras, gw yg senang2 di sini. Makany, gw jadi pengen…pengen…pengen banget segera lulus, trus dapet kerja yg oke biar gantian gw yg capek, ortu yg seneng2.

Itu baru mengingat jasa Bapak… Tiap inget masa2 awal di Bandung, Ibu rela menemaniq slama 1 bulan di Bandung, nganterin ke kampus, nyariin jalur angkot, buat kepentingan gw. Padahal ibu gak biasa banget susah2 kaya gtu, demi anak perempuannya yang sedikit manja ini dan baru pertama kali jauh dari rumah. Dulu kerjaan gw nangis mulu setelah ditinggal pulang Ibu ke Semarang, lha iya tho, emg yg mw kuliah ibu.. Masa ibu disuruh tinggal di Bandung juga… Dulu hmpir tiap minggu pulang, mewek pengen pindah kuliah karena ga suka di Elektro…

Hmm, sekarang masa2 itu sudah berlalu. Gw sudah di penghujung jalan keluar dari kampus ini. Cuma ada satu tembok tinggi yang harus dilalui untuk menempuh jalan itu. Tembok itu bernama TA… Ya Allah, mudahkanlah…tinggal 1 minggu lagi tenggat waktunya. Jika tak berhasil…maka lebih lama lagi q di sini.

June 4, 2008 at 8:37 am 3 comments

Teman….yang….********

Ya Allah, kenapa harus ada ‘teman’ yang nyebelin? Apakah mereka bisa disebut ‘teman’ kalo kerjanya hanya bikin sakit hati? Apakah ‘teman’ itu sadar kalo kata-kata yang ‘ia’ ucapkan menyakiti hati? Memang benar kata pepatah kalo ‘Lidah itu lebih tajam dari pedang, maka berhati-hatilah dengan lidahmu’.

Ya  Allah, q mohon agar memiliki kelapangan hati untuk memaafkan ‘teman’ tadi, semoga q bisa jadi teman yang baik.

Buat teman-teman yang pernah tersinggung atau tersakiti olehku, q mohon maaf. Semoga qta bisa berteman dengan baik. Amien

April 13, 2008 at 9:37 pm 5 comments


My Calendar

November 2017
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

My Tweet