Rumus Ukur Tinggi dan Berat Badan Anak

Udah lama brosur Vidoran* ini nangkring di meja kantor. Niatnya mo dimasukin ke blog. Penting banget buat ibu-ibu yang pengen memonitor tumbuh kembang anaknya. Penting juga buat temen-temen yang ikutan psikotes pas nyari kerja 🙂 Pengalaman beberapa kali dapet pertanyaan begini, tinggi badan rata-rata anak usia 10 tahun adalah….

Nah, pengen tahu jawabannya. Check this out!! Jadi ntar ga bingung lagi ngejawabnya.

  • Formula yang dipakai untuk menentukan panjang anak dari umur 3 tahun ialah:
  • Panjang badan, umur:

                    * 1 tahun = 1,5 x panjang lahir

                    * 4 tahun = 2 x panjang lahir

                    * 6 tahun = 1,5 x panjang umur 1 tahun

  • Lingkaran kepala bayi baru lahir di Indonesia 33 cm (di negara maju 35 cm). Pada umur 10 tahun menjadi 53 cm. Ukuran lingkar kepala penting diketahui yakni untuk mengetahui perubahan pertumbuhan otak anak.
  • Selama masa prasekolah, berat badan naik setiap tahun rata-rata 1.5-2 kg
  • Formula yang digunakan untuk menentukan berat badan anak ialah:

                     Berat badan = 8 + 2n kg

                     (n = jumlah umur dalam tahun)

  • Berat badan, umur:

                     * 1 tahun = 3 x berat badan lahir

                     * 2,5 tahun = 4 x berat badan lahir

                     * 6 tahun = 2 x berat badan umur 1 tahun

Jadi…. tinggi anak umur 10 tahun adalah…

Panjang badan = (80 + 5n) cm = (80 + (5 x10)) cm = (80 + 50) cm = 130 cm

Monggo yang mo psikotes, dihapalkan barangkali perlu, he3x 🙂

*) Vidoran ini multivitamin untuk anak-anak. Inget banget waktu kecil sering dikasi ma Ibu. Rasa jeruk seingetku 🙂

Advertisements

October 11, 2011 at 3:28 am 3 comments

Upload Video Test

Content taken from Youtube, testing purpose only.

October 10, 2011 at 10:24 am Leave a comment

Kumpulan Resep Lia

Temen-temen, aq baru bikin blog baru. Niatnya buat ngumpulin resep-resep yang aq buat di kos. Skalian pengen nyobain Blogspot. Silakan berkunjung di sini. Udah dari lama pengen punya food blog. Monggo dicek resep-resepnya yah. Resep-resep yang diupload diperoleh dari berbagai sumber & tentu aja udah dicobain. Moga bisa makin banyak resep yang bisa diupload 🙂

August 5, 2011 at 5:05 am 7 comments

Ramadhan sebagai Bulan Pengabulan Doa (syahrud du’aa)

Hari ini abis dengerin program favoritku tiap jam 10.00 di MQ-FM. Rumahku Surgaku ini topik yang dibahas beda-beda tiap harinya. Hari ini topiknya sesuai judul di atas dengan pemateri Teh Siti.

Dijelasin kalo bulan Ramadhan itu disebut pula sebagai syahrud du’aa, atau bulan terkabulnya doa. Jadi, mumpung Ramadhan, mari perbanyak doa 🙂 Berikutnya dijelasin hal-hal terkait doa, bisa dibaca di catatan singkatku ini:

Ramadhan sbg syahrud du’aa yaitu bulan terkabulnya doa2. Doa adalah senjata orang beriman, bentuk penghambaan kepada Allah, barometer kualitas keimanan seseorang. Doa merupakan ibadah, tak hanya dilakukan saat kita butuh, tapi di saat suka duka, tak kenal waktu. Karena doa sebetulnya untuk kita, kebutuhan kita sendiri. Doa adalah otaknya ibadah. Tidak ada hal yg mustahil andaikata Allah mengabulkan doa seseorang. Doa yang pasti dikabulkan antara lain, doa orang yang berpuasa saat berbuka, doa pemimpin adil, doa org yg teraniaya. Dalam berdoa kita tidak boleh egois, selain berdoa untuk sendiri, doakan juga orang terdekat kita & orang lain. Malaikat akan mengaminkan doa bagi yang didoakan & bagi kita sang pendoa.

Manfaat Doa:
1. Doa adalah ibadah, maka akan makin dekat ke Allah.
Doa terkabul bisa berupa ketenangan hati setelah berdoa.

Syarat Bedoa:
1. Agungkan Allah stinggi2nya, rendahkan diri di mata Allah
2. Khusnudzon/berbaik sangka bhw doa akan terkabul
3. Puji Allah, Sholawat, Berwudhu, Tempat Istijabah, Waktu Istijabah
Doa jika muncul keraguan keikhlasan dalam melakukan kbaikan: Robbana taqqobbal minni: Ya Allah terimalah amalanku ini.
4. Khusyuk: sinkron perkataan dan perbuatan. Agar kita tak hanya membaca doa, tapi berdoa sungguhan.
a) Perbanyak istigfar di bln Ramadhan
b) Perbanyak kalimat thoyyibah (Laailahailallah)
c) Perbanyak shalawat
d) Minta ridho Allah

Waktu Doa:
1. Saat berbuka. Sebelum membaca doa berbuka puasa, berdoa dulu apa yg kita inginkan.
2. Saat sahur
3. Saat dikumandangkan adzan. Dengarkan dan tirukan bacaan adzannya, kita akan memperoleh pahala juga.
4. Saat safar (perjalanan), banyak2 berdoa.

Terhalangnya Doa:
1. Syarat berdoa penuhi hak2-Ku. Berlapang dada. Minta ke Allah agar dilapangkan dada. Orang yang memutuskan silaturahmi akan terhalang doanya.

Larangan dalam Berdoa:
1. Mendoakan keburukan orang lain. Karena bisa kmbali ke kita. Saat mendoakan org lain, akan diaminkan malaikat utk diri kita juga.

Mengapa doa belum terkabul:
1. Waktunya belum tepat.
– Nabi Zakaria berdoa 120 thn memohon anak
– Nabi Musa berdoa 40 thn memohon kejatuhan Firaun

Bagaimana agar bisa selalu bersemangat dalam berdoa:
1. Berbaik sangka terus pada Allah bahwa doa kita akan dikabulkan.

Hadits Qudsi:
Barang siapa berdoa kepada-Ku ketika dia senang maka akan kukabulkan doanya saat dia dalam kesulitan.

August 5, 2011 at 4:58 am Leave a comment

Kambing Aqiqah Boleh Betina Nggak Siy?

Hmm, minggu pagi dihebohkan dengan telepon dari ibu yang nanyain pertanyaan di atas. Ceritanya ibu punya kambing yang diurusin ma orang, cuma sekarang orangnya udah nggak sanggup ngurus, jadinya kambingnya mo dibalikin ke ibu atau dijual. Trus ibu teringat Dede, anaknya Om Ded, blom di-aqiqah. Jadi ibu langsung berinisiatif, yawda kambing dipake buat aqiqah Dede.

Setelah kambing dibawa ke rumah, ibu baru ngeh klo ternyata kambingnya itu dua-duanya betina.. weleh, langsung lah heboh. Nyari-nyari di fiqih wanita, kata ibu nggak ditentukan, cuma ibu masih nggak yakin. Kemudian saya langsung tanya ke murobbi Kak Ifa, Kak Ifa kemudian menanyakan ke abah Kak Ifa,  kambing betina boleh, tetapi tetap yang lebih utama domba bertanduk, jantan, putih belang (HR Turmidzi).

Sebelumnya saya juga dapat dari blog ini, di sana disebutkan sbb:

Tanya: Apakah kambing yang disyaratkan untuk aqiqah hanya yang berjenis kelamin tertentu (jantan/betina)? (Yusuf, Mekah)

Jawab: Tidak disyaratkan dalam kambing aqiqah harus jantan atau harus betina. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Untuk anak laki-laki dua kambing, dan untuk anak perempuan satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina” (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)
Berkata Al-‘Iraqy rahimahullahu (wafat tahun 806 H):
“Dan الشاة (kambing) –dalam bahasa arab- mencakup jantan dan betina, baik dari jenis المعز (kambing yang berambut) ataupun jenis الضأن (domba/kambing yang berbulu tebal). Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih ketika aqiqah kedua cucunya memilih yang paling sempurna, yaitu domba jantan, dan ini bukan pengkhususan, maka boleh dalam aqiqah menyembelih kambing betina meskipun dari jenis المعز, sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh kemutlakan lafadz الشاة dalam hadist-hadist yang lain” (Tharhu At-Tatsrib, Al-‘Iraqy 5/208)
Wallahu a’lam.

(Penulis Blog: Abdullah Roy, Universitas Islam Madinah, S1 Fakultas Hadist (th 2005), S2 Fakultas Dakwah Jurusan Aqidah (th 2010), dan saat ini sedang menempuh S3 di Jurusan yang sama)

Setelah itu langsung saya telpon ibu, sekarang aqiqahnya jadi lebih mantap. Tadinya udah ngebayangin harus bawa 2 ekor kambing tadi pake mobil buat ditukerin di pasar kambing

Tampaknya Ika juga bersedih karena kambingnya jadi disembelih, secara adik saya yang satu ini dari kecil sayang banget sama semua hewan. Mulai dari keong, belalang, tikus putih, kucing, kelinci, dll. Dia juga udah jatuh cinta ma dua kambing betina ini karena katanya bulunya bagus… Ikhlaskan ya, Dek 🙂

May 1, 2011 at 1:29 am Leave a comment

Seimbang Urusan Dunia dan Akhirat

QS Al Qashash (28) : 77

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

April 26, 2011 at 4:24 am Leave a comment

Positive Thinking

Al Hujuurat (49) : 12

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

April 16, 2011 at 3:43 am 1 comment

Older Posts Newer Posts


My Calendar

September 2017
M T W T F S S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

My Tweet